Pagi harinya, Clara bangun dan menyadari kalau ia ketiduran. Suasana rumah tampak sangat nyaman. Ibunya itu, ah benar-benar, membuat Clara tak bisa mencari cara lain lagi untuk menyuruhnya berhenti beres-beres. Apa semua ibu di dunia memang begitu? Mengkhawatirkan hal-hal yang remeh? Tapi ya, tidak dapat dipungkiri kalau Clara juga merasa bersyukur karenanya. "Sudah bangun, Kak? Ibu pulang ke rumah dan aku akan segera berangkat kuliah. Ayo sarapan. Ibu sudah buatkan roti isi untuk kita." "Ah, kamu mau berangkat? Kenapa tidak libur saja?" tanya Clara, sembari kembali merebahkan diri. Lagi. "Mana bisa begitu. Sudah, ya. Aku akan berangkat," ucapnya sembari dengan secepat kilat menghabiskan roti miliknya. "Oke. Terima kasih, ya," ucap Clara. Karin keburu pergi ke luar. Clara segera men

