Saat Clara hendak mengunci pintu, Tora sudah lebih dulu membukanya. "Tora ...." Penampilannya jauh lebih baik. Tidak seburuk kemarin. Atau mungkin, kemarin itu hanya pura-pura? "Kamu, kita bicara di luar saja, ya?" Clara menahan pintu yang baru setengah terbuka itu, agar tak benar-benar terbuka sepenuhnya. Ia takut. "Tidak. Kita tidak bisa bicara di luar. Di luar tidak aman. Bicara saja di dalam. Jangan takut. Aku tidak bisa melakukan apa pun lagi kepadamu. Tidak akan. Kamu terlalu baik untuk disakiti. Itulah salah satu alasanku ingin bertemu denganmu sekarang. Kita punya kesamaan. Dulu, aku juga sama sepertimu." Ketika Clara sudah merasa bahwa tak ada tanda-tanda Tora akan melakukan kejahatan, gadis itu menurunkan kewaspadaannya. Ia mundur dan membiarkan Tora masuk. Apakah itu meru

