"Siapa?" Clara melihat Tora sekali lagi. "Ibuku. Dia sering datang sekarang." Tanpa berkata-kata lagi, hanya tersenyum saja, Tora kemudian pergi dari rumah Clara. Clara tak bisa menahan laki-laki itu. Lagi, ia memang menginginkan percapakan antara dirinya dengan Tora segera berakhir. Jadi, ya. Sudah. "Baguslah. Kamu, apa yang sakit? Aku boleh datang, kan?" "Tidak ada yang sakit. Aku sudah lebih enakan." "Oke. Aku ke sana, ya." "Kalau kamu sedang sibuk, ya, jangan. Tidak usah." "Ya, aku sibuk. Terima kasih untuk semua perhatiannya. Tapi, aku tetap ingin datang." Clara tak bisa menolak lagi. Jika ke ngeyel, kemungkinan besar, San pasti akan menaruh kecurigaan terhadapnya. "Oke, baik. Bawakan aku makanan enak, ya, hehe." Clara menutupnya dengan sangat manis. Berharap itu dapat menutu

