Max baru saja menyelesaikan pekerjaan kantornya. Ia memang sengaja bekerja lebih cepat setiap harinya agar bisa cepat pulang dan menemui wanita yang sudah resmi menjadi istrinya – Angel. Saat Max bersiap-siap untuk pulang, sekretarisnya datang dan mengatakan jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan Max secara pribadi. Max menyeritkan alisnya ia tidak punya banyak kenalan yang bisa mempunyai alasan ingin bertemu semacam itu. Bisa dibilang, ia bahkan tidak punya teman, sehingga sangat aneh rasanya saat ia mendengar ada seseorang yang ingin menemuinya secara pribadi. “Siapa?” tanya Max. “Pak Ridho, Pak,” jawab sekretaris Max. Tentu wanita itu tahu betul siapa Ridho yang merupakan orang kepercayaan dari rival bosnya. “Untuk apa Arthur mengirim anak buahnya ke sini?” gumam Max. “Lebih t

