102 - Keadaan Lucy

2088 Kata

“Sebenarnya apa? Apa kamu tahu sesuatu?” sambar Arthur dengan nada tidak sabaran. “Kenapa kamu sangat yakin jika Lucy itu aku? Apa yang membuatmu percaya, selain karena wajah kami yang mirip? Apa menurutmu sikap kami juga mirip? Tidak, kan?” ujar Kanaya. Arthur mengusap wajahnya gusar. “Bukankah aku sudah mengatakan semuanya? Sebenarnya apa yang sedang ingin kamu katakan padaku, Naya?” “Wajah sepertiku, dengan sikap yang sangat berbeda, dan saat aku koma, dia juga sedang koma. Kamu tidak lupa jika aku punya saudara kembar yang sekarang menghilang, kan?” Arthur terdiam seribu Bahasa. Ia pikir, ia akan menjadi sedikit lebih tenang jika ia mendengar penjelasan Kanaya. Namun, semakin ia berusaha memahami apa yang Kanaya katakan, kenapa kepalanya justru terasa semakin berat? Jantung Arthur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN