84 - Face to Face 2

1971 Kata

“Saya tahu, dan itu saya datang ke sini untuk memohon maaf sekaligus meluruskan semuanya pada Om dan Tante. Saya tidak mau kesalahpahaman ini terus berlanjut, dan Angel menjadi satu-satunya orang yang disalahkan di sini. Om mengerti maksud saya, kan? Saya akan menjelaskan dengan sebenar-benarnya jika Om mengizinkan saya.” Om Ernest tampak memijat pangkal hidungnya. Tampaknya lelaki paruh baya itu juga sedang meredam amarahnya saat ini. Aku tidak bisa mengira-ira, apakah Beliau akan memberiku kesempatan untuk menjelaskannya, atau justru akan menyerangku saat ini jga. Tapi, jika Beliau memang akan menyerangku, sepertinya aku juga sudah tidak akan sanggup melawan, jadi aku pasti akan kalah telak, bahkan mungkin saja mati. Tanpa kuduga, tawa Om Ernest pecah begitu saja. Tapi, tawa itu terden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN