85 - Kembali

1688 Kata

"ANGEL, STOP IT! Tolong pikirin janin yang ada di dalam perut kamu!" sentakku setelah meletakkan Angel di sofa ruang tamu dengan perlahan. "Max. Aku harus bantu Max," gumam Angel. "Aku tahu, tapi tenang, Angel! Kalau kamu terus seperti ini, yang ada kamu cuma akan nyakitin bayi kamu! Kamu nggak capek apa bolak-balik rumah sakit?" Aku terpaksa berbicara keras padanya. Namun aku melakukan itu juga demi kebaikannya. Angel menangis. Namun kulihat gadis itu tampak berkeringat seperti sedang menahan sesuatu. "Please, demi dia, tenangkan dirimu! Max juga tidak akan memaafkan dirinya sendiri kalau sampai terjadi hal buruk pada kalian. Apapun yang terjadi, kalian harus bertahan!" ucapku lirih. Angel mulai mengusap air matanya. Tapi, wajahnya masih tampak kacau. "Aku mohon, tolong kami, Arthu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN