94 - Celaka

1886 Kata

Arthur bergegas membopong tubuh Angel yang sudah setengah sadar begitu mereka tiba di rumah sakit. Setelah meletakkannya di brangkar dan meminta tim medis segera menanganinya, Arthur pun kembali pada Ridho yang baru saja masuk IGD setelah memarkirkan mobil. “Bagaimana? Dia masih hidup, kan?” tanya Ridho. “Tolon jaga kewarasanmu, Ridho!” tegur Arthur. “Ini aku masih berusaha untuk menjaga kewarasanku. Aku hanya berpikir logis. Dia hamil cukup besar, kecelakaan, pendarahan, dan kita perlu waktu cukup lama untuk tiba di sini. Bisa jadi, dia sudah kehabisan darah, kan? Lalu bagaimana sekarang?” oceh Ridho. Arthur menghela napas panjang. Ia lupa kalau ‘thiking’ Ridho memang biasanya akan selalu bekerja lebih dari ‘feeling’ nya saat keadaannya gawat seperti ini. Namun, bukankah justru hal it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN