Waktu menunjukkan pukul dua dini hari saat Max mendengar ponselnya berdering. Dengan mata terpejam, pria itu mengumpat sebelum akhirnya meraih benda pipih yang ia letakkan di atas nakas itu. Max menarik dirinya untuk duduk bersandar, dengan gerakan yang sangat berhati-hati agar wanita yang tertidur di sampingnya tidak terganggu. Max segera menggeser ikob bergambar telepon berwarna hijau, agar ponsel itu berhenti berdering. “s**t! Ada apa meneleponku malam-malam?” tanya Max, sambil beranjak pelan turun dari kasur. ‘Saya ada informasi penting, Tuan. Ini tentang Tuan Arthur dan temannya yang bernama Ridho.’ “Ada apa?” tanya Max to the point. Setahunya, ia dan Arthur sudah tidak punya masalah lagi. Ia juga sudah malas berurusan dengan pria itu. Toh Max sudah berhasil mendapatkan apa yang i

