bc

Hasrat Tertunda Tuan Muda

book_age18+
68
IKUTI
1K
BACA
family
HE
age gap
fated
stepfather
drama
bxg
bold
city
office/work place
addiction
like
intro-logo
Uraian

[TAMAT]

Setelah menikah, Rendi meminta gaji Dewi dipakai kebutuhan hidup sehari-hari bahkan untuk rokoknya. Sementara gaji Rendi sendiri ditabung untuk membangun rumah. Dewi menunda apapun yang ia inginkan. Lima tahun kemudian Dewi mempertanyakan uang tabungan Rendi sudah dapat berapa, namun suaminya itu malah marah. Hingga akhirnya sebuah pesan dari kakak iparnya menghancurkan hati Dewi. Dari pesan itu Dewi tahu pengkhianatan suaminya selama ini.

chap-preview
Pratinjau gratis
Awal Kehancuran!
"Gajimu kok belum di transfer, mbak mau bayar KPR nih! Buruan transfer!" Hening. Kamar kontrakan yang biasanya hanya terisi suara kipas angin tua kini bergemuruh oleh detak jantung Dewi yang berpacu cepat. Tangannya gemetar memegang ponsel milik suaminya, Rendi. Di layar, sebuah pesan w******p terbuka lebar dari kakak iparnya. Pesan dari Roro—kakak iparnya. Dewi membacanya berulang-ulang, seolah berharap tulisan itu berubah. Tapi tetap sama. Tegas. Minta gaji. Untuk KPR. Air liur Dewi terasa kering. Jantungnya mencelos. Lima tahun. Lima tahun dia dan Rendi menikah. Lima tahun Rendi selalu bilang, "Gajiku aku tabung buat kita bangun rumah ya, Wi. Biar kamu ga kerja terus-terusan." Tapi kenyataannya? Dewi masih di pabrik, berdiri 12 jam sehari. Uang makan, kebutuhan rumah, bahkan rokok Rendi—semuanya dari hasil keringat Dewi. Dan kini dia tahu... rumah yang dibangun itu bukan untuk mereka. Kilasan kenangan menghantam pikirannya: Roro memamerkan sertifikat rumah barunya. Atas nama sendiri. Katanya menang undian.. Tapi kenapa sekarang minta transferan? Kenapa pakai kata “gaji”? Saat rasa sakit itu masih menyusup dalam d**a, pintu kamar terbuka. Tak lama kemudian Rendi masuk ke kamar. Begitu melihat Dewi memegang ponselnya, nada suaranya langsung meninggi. “Eh! Apa-apaan kamu pegang HP-ku?!” Rendi memang temperamen. Tapi langkahnya terhenti ketika pandangannya mendarat di layar. Ia melihat isi pesan itu. Wajahnya berubah. Terdiam. Dewi menatapnya dengan mata berkaca. “Jadi selama ini kamu transfer gajimu ke mbakmu? Buat cicil KPR?” Rendi tidak menjawab. Diam. Tatapannya kosong, tak bisa menyangkal. Dewi menghela nafas panjang, menahan gejolak di d**a. “Apa jangan-jangan... DP-nya juga dari kamu, Mas?” Masih tak ada jawaban. Hening. Membisu. Air mata Dewi jatuh. “Astagfirullah, Mas... Lima tahun! Lima tahun kamu bohongi aku. Kamu bilang nabung buat bangun rumah kita... Tapi sekarang? Mana tabunganmu, Mas?! Mana?! Aku kerja siang malam, bahkan buat beli baju baru aja mikir. Kamu malah beliin rumah buat kakakmu?!” Rendi mencoba mendekat. Suaranya pelan. “Maaf... Ibu bilang kamu orang lain. Jadi... gak perlu tahu aku belikan rumah atas nama kakak. Nanti juga kita bisa tinggal di situ, Wi. Jangan marah dulu...” Bukan tamparan fisik. Tapi kata-kata Rendi lebih menyakitkan dari itu. Dewi tergelak, pahit. “Apa?! Ibumu bilang aku ini orang lain? Selama tiga tahun mereka tinggal di kontrakan ini, makan dari uang aku, Mas! Mereka dikasih makan orang lain, begitu?! Kamu minta kita tunda punya anak biar tabungan kita banyak! Padahal uangnya buat mereka?! Dan si Roro itu, dari ngidam sampai lahiran, aku yang bantu! Bahkan dia ke dokter kandungan beberapa kali aku yang bayar! Aku yang dianggap mandul, aku yang disindir tiap hari, tapi aku DIAM! Ya Allah, Mas... Kamu jahat!” Rendi menunduk, kalah. “Maaf... Mulai bulan depan aku gak akan transfer lagi ke kakak,” ucapnya pelan. Dewi menggeleng pelan. “Lima tahun, Mas... Lima tahun kamu dzolimi aku. Kamu gak hanya bohong, kamu khianat. Kamu jahat.” Rendi mengangkat kepala. Matanya memohon. “Terus, kamu maunya apa?” Dewi menatapnya lurus, tak ada lagi air mata. Hanya ketegasan. “Mulai malam ini, kita pisah ranjang. Dan besok... aku akan ajukan gugatan cerai.” Rendi membeku. Tak mampu berkata apa-apa. Untuk pertama kalinya sejak menikah, Dewi memilih dirinya sendiri. Malam makin larut. Jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh lebih empat puluh menit. Angin malam menyelinap lewat celah jendela kontrakan, tapi tak ada yang lebih menusuk dari dinginnya perasaan di antara mereka. Rendi terduduk di tepi ranjang, kepalanya tertunduk. Tapi tak lama, ia bangkit dan menghampiri Dewi yang sedang membereskan berkas dan beberapa helai baju ke dalam tas jinjing. “Wi... jangan pergi. Aku... aku gak bisa kehilangan kamu,” suaranya serak. “Aku salah. Aku ngaku salah. Tapi jangan tinggalin aku, Wi...” Dewi tidak menjawab. Tangannya tetap sibuk melipat pakaiannya, satu demi satu. Rendi meraih tangannya, namun Dewi menepis pelan. “Wi, tolong... aku janji, aku bakal perbaiki semuanya. Gaji bulan depan langsung ke kamu, aku akan minta maaf ke kamu.” Dewi menoleh. Wajahnya tenang, tapi matanya kosong. Luka yang terlalu dalam sudah membuatnya mati rasa. “Aku bukan sekadar butuh gajimu, Mas,” ujarnya pelan namun tegas. “Aku butuh suami yang jujur, yang memihakku, bukan jadi anak mami yang mengorbankan istrinya sendiri.” Ia menenteng tasnya, melangkah menuju pintu. Rendi mengejar. “Kamu mau kemana malam-malam begini? Gak bisa, Dewi! Kembali!” Dewi berhenti di ambang pintu. Ia menoleh, menyeringai getir. “Ke mana aku pergi, itu bukan urusanmu lagi. Sudah cukup kamu menjadikan aku mesin ATM keluarga besarmu.” Pintu ditutup dengan keras. Langkah Dewi menyusuri gang sempit kontrakan mereka. Rendi tak mengejar. Ia membeku. Malam gelap. Lampu-lampu gang berkedip lemah. Langkah Dewi cepat, tapi hatinya berat. Ia tak tahu pasti akan ke mana. Tapi ia tahu satu hal: ia tidak akan kembali ke kontrakan itu. Selamanya. Tiba-tiba dari arah berlawanan, seorang pemuda berjalan santai. Kaos polos dan jaket tipisnya tampak kontras dengan wajahnya yang tampan dan bersih. Saat melihat Dewi, ia memperlambat langkah dan menyapa dengan ragu. “Bu Dewi?” Dewi menghentikan langkahnya, menautkan alis curiga. Matanya menatap pemuda itu dari atas ke bawah. “Maaf,” katanya datar. “Kamu siapa ya?”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.5K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
187.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
28.5K
bc

TERNODA

read
197.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
232.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
23.1K
bc

My Secret Little Wife

read
131.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook