DUA PULUH DELAPAN

1073 Kata

"Mereka minta mediasi Rabu depan, Ta. Kamu bisa ke Surabaya?" tanya Amril. Meta menggeleng lemah. "Maaf Pak, saya ga bisa." "Ok. Saya wakilkan saja bagaimana?" "Iya. Mohon bantuannya ya, Pak." Amril mengeluarkan secarik surat, di bagian atasnya tertulis tebal SURAT KUASA. Meta membacanya dengan seksama, lalu membubuhkan tanda tangannya di atas materai. Setelah menandatangani surat itu, Meta menyerahkan sertifikat rumah, kuitansi sewa dan uang sejumlah lima belas juta rupiah seperti yang tertera di kuitansi. "Saya terima ya?" Meta mengangguk seraya membubuhkan lagi tanda tangannya di atas surat tanda terima. "Sudah selesai ya, Pak?" tanya Meta pada Amril yang didampingi sekretarisnya siang itu. "Iya, sudah." "Kalau begitu saya pamit, Pak" “Ta?” tegur Amril lembut. “Y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN