Bab 51. Ternyata Menyakitkan

1509 Kata

"Yuna nggak suka lihat aku," kata Dinda. "Aku nggak mau bikin orang sakit tertekan." Daniel membuang napas panjang. Ia tahu Dinda punya hati yang baik. Bahkan, Dinda yang menyuruh Kevin untuk menjenguk Yuna selama ini. Ia sungguh tidak percaya. "Tapi nggak ada salahnya kamu jenguk dia. Kita, kita berdua kok." Dinda menatap Daniel yang mulai melangkah menjauhi meja baca. Ia meremas tangannya. Daniel mungkin benar. Ia bisa mengecek apa yang dilakukan Kevin dengan Yuna sekarang. Ia segera membereskan bukunya lalu berlari ke arah komputer untuk memasukkan data buku yang ia pinjam dan melakukan scan ke kartu mahasiswanya. Beres. Ia memasukkan buku itu ke dalam ransel lalu setengah berlari keluar. "Nah, ayo. Sekalian kita nostalgia," kata Daniel mengulurkan tangannya. "Jangan sembarangan kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN