Beberapa menit berlalu, Dinda akhirnya mengajak Daniel pulang. Hampir jam sepuluh malam ketika motor Daniel masuk ke halaman dan ia tak tahu apakah Kevin masih di rumah sakit atau tidak. Ia tak peduli. Namun, mobil Kevin belum terlihat di tempat biasanya diparkirkan. Jadi, Dinda hanya mendengkus keras. "Makasih udah anter aku," kata Dinda pada Daniel. "Ya, sama-sama, Tuan Putri." Daniel hampir membelai kepala Dinda, tetapi gadis itu langsung menangkis tangannya lalu membalik badan. "Wah, arogan ternyata cocok banget buat Dinda," gumam Daniel seraya tertawa pelan. Sementara itu, Dinda masuk ke rumah dengan langkah berat. Icha menyambutnya dengan ekspresi janggal. Yah, wanita itu mengintip Dinda yang pulang sangat malam dan bersama Daniel. Padahal, Icha tahu Dinda sangat menghindari Dani