Vita terlihat menangis di kamarnya. Ia sedih karena tidak memahami jalan pikiran kedua orang tuanya sekarang. 'Hal yang enggak penting, kenapa masih harus ditanyakan?' gumamnya masih dengan memeluk bantal. Gadis itu ingin menjerit dan menangis sejadi-jadinya. Menyadari saat ini ia benar-benar tinggal sendiri, membuatnya frustrasi. Dulu meski Fajar tidak pernah sependapat dengannya untuk urusan atau gosip yang menghampiri kedua orang tua mereka, tapi Vita masih bisa merasa ada sosok orang lain yang masih satu darah, yang berada di rumah itu di tengah sikap dan bahasa tubuh kedua orang tuanya yang sudah seolah jauh dari apa yang namanya 'bounding'. Setelah sekian menit berkutat dengan perasaan, Vita kemudian memilih untuk menghampar sajadah. Ia akan salat. Vita akan berdoa dan meminta