131

1167 Kata

Celia membantu Rany merapikan pakaiannya. Mau bertemu Bos besar pemilik kafe saja, seperti mau ketemu kekasih yang sudah lama tak betemu. Dalam hati Rany sedikit ingin tertawa. 'Rasanya kenapa malah seperti ingin bertemu seseorang yang spesial?' tawa Rany dalam batinnya. "Sudah rapi. Kamu sudah siap, Ran?" tanya Celia yang ikut gugup. "Siap Cel. Tapi kok aku kayak gugup gitu ya?" ucap Rany pelan. "Coba tarik napas dulu, biar agak tenang sedikit," tith Celia kepada Rany yang memang terlihat sangat gugup sekali. Satu tarikan napas hingga mmebuat Rany sedikit agak tenang kembali. "Oke. Aku sudah siap," ucap Rany dengan mantap. "Oke. Baca doa dulu ya," ucap Celia menggoda. Keduanya lalu tertawa terbahak-bahak menyadari kekonyolan ini. "Celia ... Rayyan? Bagaimana dengan Rayyan?" tanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN