130

1272 Kata

Adam sudah berada di depan kafe barunya itu. Kedua matanya menatap lekat pada papan nama kafe barunya ini. "Argh ... Masih kosong? Apa aku lupa belum memebrikan nama pada kafe ini?' lirih Adam bertanya pada dirinya sendiri. Langkahnya pelan memasuki kafe itu. Celia nampak kaget melihat kedatangan Adam yang seorang diri dengan gaya yang santai dan pakaian casual yang tidak mengetarakan. Adam mencari salah satu tempat dan duduk manis disana. Celia sengaja menghampiri Adam dengan membawa buku menu spesial untuk pemilik kafe yang sedang ingin menjadi seorang pengunjung itu. Dalam hati Celia sangat bersyukur, untung saja Rany datang tepat pada waktunya, dan bersedia menggantikan Jone saat ini juga. Bukan itu juga, yang jelas Rany memang dewi penyelamat kafe ini. "Pak Adam kenapa memilih du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN