129

1039 Kata

Adam duduk di samping Umi Ayu. Sejak tadi menunggu Zya yang tak kunjung datang ke taman bermain itu. "Kemana Zya? Sejak tadi di telepon pun hanya berdering saja dan tidak diangkat," tanya Adam kepada Umi Ayu. "Tadi bilangnya, Umi duluan saja, Nafisa bawa. Nanti Zya menyusul," ucap Umi Ayu pelan mengikuti gaya bicara Zya. "Tapi ini sudah hampir dua jam Umi. Kita ini mau cek gedung pernikahan," ucap Adam masih dengan nada pelan. "Sabar ya, Nak Adam," ucap Umi Ayu pelan dengan nada meminta maaf. Ya, Adam sudah sembuh dari sakitnya. Saat itu, kondisi Adam sangat mengenaskan sekali. Sampai sekarang pun kepalanya masih terasa sakit jika harus mengingat sesuatu dengan sangat keras. Adam terdiam menatap Nafisa yang hanya diam dan bergerak-gerak di dalam kereta bayinya. "Aku merasa, Zya itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN