Rany sudah pergi meninggalkan taman bermain itu. Selamanya tentu akan bertemu dengan Adam, Umi Ayu, Zya, dan Ibu Mita. 'Semoga saja, rahasiaku tidak terbongkar,' batin Rany di dalam hatinya. Rany berjalan menuju jalanan dengan arah berlawan dari jalan menuju apartemennya. Rany ingin mencari sebuah pekerjaan. Jalanan yang cukup padat dan ramai. Tidak hanya di jalan raya yang padat dengan kendaraan beroda empat dan beroda dua saja, tetapi juga, jalan trotoar yang juga sama ramainya dengan pejalan kaki yang agak membludak di hari libur ini. Satu per satu pertokoan yang di lewati di baca oleh Rany sambil mencari-cari bila pekerjaan yang sesuai kemampuannya. 'Di cari barista dengan kemapuan yang mumpuni. Silahkan hubungi Celia atau langsung masuk ke dalam kafe,' ucap Rany dengan suara lir

