Ucapan Mas Adam saat itu bagaikan air es yang di tumpahkan di dalam hati Dini yang terasa panas. Nyes ... Dingin sekali ... Dadanya terasa sedikit lega dan adem. Dini hanya mentap lekat pada wajah Adam yang terlihat sedikit pucat. Guratan garis bahagia Adam juga terpancar dengan memberikan pelukan erat padatubuhnya. Pelukan kasih sayang yanga begitu hangat, sehangat saat itu, saat Adam pernah dengan pelan menyentuhnya. aliran darah Dini muali deras naik hingga ke ubun-ubun, bukan hanya rasa rindu, tapi Dini merasakan rasa cinta itu seperti kembali lagi seperti saat itu. "Kamu masih ingat dengan janji Mas kepadamu, Din?" lirih Adam berucap tepat di dekat telinganya saat kedua tubuh itu masih berepelukan dan tersa sulit untuk melepaskan. Awalnya Dini terkejut dan diam membiarkan Adam

