118

1637 Kata

Mita hanya tersenyum Berusaha menutupi kelegaan dan kebahagiaannya. "Tidak ada. Ibu hanya senang kalau dokter Fatih sudah menemukan tambatan hatinya dengan tepat," ucap Mita pelan. Mita pun pamit untuk lebih dulu kembali ke ruangan rawat inap Adam karena pesanannya sudah selesai. Fatih hanya bisa menatap aneh pada Ibu Mita. "Aneh sekali? Seperti ada hal lain yang tidak di sukainya?" lirih Fatih di hatinya. Semua kisah di masa depan tentu ada bagian dari masa lalu yang akan terus di ingat atau dikenang tergantung bagaimana masa lalu itu di laluinya. Beberapa hari kemudian, Rany sudah boleh kembali ke rumah. Kembali lagi ke kamar apartemen yang sudah cukup lama di tinggalkan. Kini ada seseorang yang bekerja di sana untuk membantu Rany mengurus dirinya, bayi Rayyan jika sudah di perbo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN