121

1013 Kata

Tak ada satu kata pun yang tercelos dari bibir Fatih. Fatih hanya berjalan menuju meja yang telah di pesannya dengan diam. Kursi roda itu telah berhenti. Fatih membopong Rany dan di dudukkan di kursi meja pesanan itu. "Pilihlah mkanan yang kamu suka, Ran," ucap Fatih pelan sambil memberikan satu buku menu kepada Rany. Sikapnya masih dingin dan terlihat canggung jadi semuanya terkesan kaku. 'Makan malam macam apa seperti ini? Kita berdua hanya diam tanpa bertatap pandang, tanpa bicara, tanpa candaan, semuanya malah terasa hambar bagai sayur tanpa garam,' pikir Rany dalam hatinya. Kesal sebetulnya, tapi Rany berusaha untuk tidak menampakkan wajah kekesalannya itu secara terbuka di depan Fatih. Perlahan buku menu makanan itu di buka, satu per satu menu makanan itu di baca dan di pilih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN