124

1119 Kata

Beberapa hari kemudian ... Rany yang sudah semakin membaik dan stabil kondisi tubuh dan kakinya. Sekarang perlahan Rany sudah bisa berjalan, walaupun dengan sangat pelan dan perlahan, yang terpenting Rany sudah tidak ketergantungan pada kursi roda. Sejak kejadian makan malam waktu itu bersama Fatih, hubungan keduanya menjadi renggang dan terputus komunikasi walaupun mereka dalam satu gedung apartemen. Fatih yang mulai tidak peduli dan mencoba untuk menghindar dari Rany, berusaha sibuk dengan urusannya sediri. Dea yang menjadi asisten bagi Rany pun, tiba-tiba berpamitan untuk pergi dan menghilang bagai di telan bumi. Entah kemana perginya dan apa alasannya, kenapa keduanya begitu kompak meninggalkan Rany di saat Rany masih berada dalam masa penyembuhan dan pemulihan itu sendirian. Awa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN