Rany dengan terburu-buru berjalan dengan sedikit cepat hingga membuat kedua kaki Rany pun terasa sakit sekali saat di buat berjalan. Tanpa menoleh lagi dan terus berjalan ke arah lurus ke depan jalan raya. Lalu, menyetop salah satu taksi yang lewat dan naik ke dalam mobil taksi itu. Waktu semakin larut malam. Rany sudah berada di dalam apartemennya sejak tiga jam yang lalu. Rayyan sudah kenyang meminum s**u dan kini sudah tertidur pulas di kasur bayi yang di letakkan tepat di sebelah Rany. Rany ikut terbaring di sebelah Rayyan, tubuhnya juga sudah sangat lelah sekali tapi Rany begitu menikmati perannya saat ini sebagai Ibu muda. Pelan sekali jempol Rany mengusap pelan pipi Rayyan yang mulai terlihat gembil di bandingkan waktu pertama lahir dulu. Lama-lama Rany pun ikut terlelap di samp

