"Ampun Mah, Hanya bercanda. Mana bisa Papah berbuat itu, kalau yang di rumah bakal semarah singa?" goda Adam yang masih sempat-sempatnya tertawa nyegir seperti kuda. Dini pun menunjukkan kepalan tangannya tepat di depan wajah Adam. "Awas aja kalau berani!!" tegas Dini dengan suara keras, hingga Umi Ayu pun mendengarnya. Adam menggelengkan kepalanya cepat. "Enggak Mah. Mana Papah berani. Percaya deh. Tadi cuma becandain Mamah aja," ucap Adam pelan dengan nada menyesal. "Sudah sudah. Masa iya masih kayak anak ABG, Dini nanti Adam langsung Umi suruh pulang. Adam tidak usah ke kafe. Tinggal bilang Celia saja. Dni baik-baik di rumah dengan Rayyan," titah Umi Ayu menasehati. Dini pun mengangguk pelan. Dini mencium punggung tangan Umi Ayu dan Adam secara berganti. "Papah pergi dulu ya, M

