Fatih menoleh ke arah asal suara. Suara nyaring perempuan berteriak dengan lantang, membuat aktivitas Fatih terhenti. Celah itu di manfaatkan oleh Dini untuk menjauhi Fatih. Dini mendorong tubuh Fatih dengan sangat keras, hingga tubuh lelaki itu terhuyung ke belakang. Dini berlari ke arah pintu keluar kamar apartemen mendekati perempuan yang tadi berteriak keras untuk bersembunyi di balik tubuh mungil perempuan tadi dan mencari bantuan. "Fatih!! Kamu sudah gila? Sebentar lagi kita menikah, tapi ternyata di belakangku kamu masih bermain gila!!" teriak Dea dari arah pintu depan. Tatapannya begitu tajam dan lekat pada kedua mata Fatih yang juga menatap tajam ke arah Dea. "Untuk apa kau kemari, Dea!! Tidak cukup kamu menjebakku dan akhirnya aku harus melepas wanita kesayanganku ini. Kamu

