Malam ini, Zya pulang larut malam. Tubuhnya sudah lelah sekali seharian menemani Vian yang tak mau di tinggal pergi. Akhir-akhir ini sifat Vian semakin seperti anak kecil yang selalu ingin menempel pada Ibunya. Langkah kainya pelan, menpakai lantai ubin yang dingin dan licin. Lampu di ruangan di rumah itu sudah gelap. Seperti biasa, bila sudah jam tidur, semua pintu di kunci rapat dan lampu-lampu di matikan. "Dari mana saja kamu, Zya!!" teriak Aby Dian dnegan suara bariton yang khas. Degub jantung Zya mendadak berhenti lalu berdetak keras karena keterkejutannya saat suara lantang itu menggema di telinganya dan lampu-lampu menyala membua silau di kedua matanya. Langkah Zya terhenti. Zya bagaikan maling di rumahnya sendiri yang sedang tergap karena melakukan sebuah kesalahan besar. "

