172

2084 Kata

"Kenapa tak di lanjutkan? Aku ingin tahu? Pak Adam itu tadi bertanya seperti anak yang kehilangan induknya. Sangat cemas sekali," ucap Celia pelan mengingat ucapan Adam yang menyuruhnya untuk segera ke apartemen Dini untuk memastikan Dini dan Rayyan itu dalam keadaan baik - bak saja. Dini menunduk. Jujur ia rindu pada Adam,s uaminya itu. Padahal baru beberapa jam saja mereka berdebat dan pergi untuk saling menghindari agar tidak semakin saling menyakiti. "Habiskan makan malam kita. Setelah ini aku ingin pulang, Cel. Aku lelah, Ryyan pu lelah seharian berada di kereta bayi itu, ia membutuhkan ruang gerak yang agak luas untuk bebas bergerak dan bernapas lega," ucap Dini pelan. "Apa hubunganmu dengan Pak Adam? Jangan mencari tema pembicaraan yang lain? Kenapa Pak Adam begitu baik, mesra, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN