"Zya ... Ada apa sebenarnya? Kenapa kamu jadi menangis histeris seperti ini? Apakah ini semua ada kaitannya dengna Adam?" tanya Umi Ayu menyelidik. Sejak pagi hati Umi Ayu selalu tertuju pada Zya. Seperti yang sudah sudah, biasanya ada sesuatu yang terjadi pada Zya. Zya mengabaikan pertanyaan Umi Ayu. Hatinya benar-benar sedang kacau. Zya hanya ingin fokus pada tangisannya yang masih terus membuat dadanya sesak. Belum ada kelegaan di hatinya dnegan menangis. "Zya ...." tanya Umi Ayu mengulang kembali panggilannya dengan nada suara yang lembut. Isak tangisnya malah semakin keras dan tidak berhenti. Zya benar benar kacau dan galau. Ingin rasanya meluapkan semua rasa ini dengan Umi Ayu, tapi Zya belum memiliki keberanian yang cukup untuk menceritakannya. 'Aku harus bagaimana?' jerit Zya

