Adam keluar dari kamar mandi, tubuhnya masih terlilit handuk di pinggangnya. Pandangannya langsung tertuju pada Dini yang berdiri di depan meja rias sambil memegang kalung dengan bandul berbentuk love itu. Langkah Adam sangat pelan. Bukan niat untuk mengagetkan Dini atau membuat Dini merasa tertuduh dengan memegang kalung itu. Adam akan menjelaskan semuanya. Semua cerita yang di ketahuinya. "Dini?" panggil Adam pelan. Satu tepukan tangan di bahu Dini pun tak membuat Dini terlonjak kaget. Tatapan Dini tak berpindah. Masih tetap menatap ke arah foto yang ada di dalam liontin itu. "Ini punya siapa Mas? Coba jelaskan padaku?" tanya Dini pelan yang masih menatap tajam ke arah foto itu. Adam mengernyitkan dahinya. Adam sendiri tidak tahu, kalung itu milik siapa. "Maksudmu apa Dini?" tanya

