Ibu Mita tergopoh - gopoh masuk ke dalam ruangan rawat inap yang di tempati oleh Zya setelah mendengar teriakan Zya yang begitu histeris. Baru saja, Ibu Mita pergi sebentar ke luar dari ruangan rawat inap itu untuk mencari nasi bungkus setelah melihat Zya tertidur pulas beberapa waktu lalu. Niatnya ingin membeli makanan untuk persediaan makan malam. Ibu Mita berpikir UMi Ayu dan Adam tentu akan datang di malam hari. Mereka juga sibuk mengurus pemakaman Aby Dian dan mengurus Nafisa kecil. Ceklek ... Zya sudah histeris dengan keadaan yang terlihat sangat miris. Selimut belang khas rumah sakit yang agak tipis itu telah tersingkap dari tubuh Zya. Kedua tangannya menutupi wajahnya yang manis sambil menangis meraung - raung. Mungkin Zya terkejut bukan main saat melihat satu kakinya tidak ada

