Sejak tadi, Zya tidak bisa di ajak bicara dengan baik. Selalu saja marah - marah, murka dan emosi. Ibu Mita sudah tidak bisa mengendalikan amukan Zya. Zya terlalu di luar kendali. Semua ucapan Ibu Zya pun seolah tak di dengarkan sama sekali, semua di abaikan. Zya mengamuk. Membuang semua barang - barang yang ada di dekatnya. Rasanya sangat menyakitkan. Luapan emosi yang begitu tinggi di tambah aliran darah Zya yang semakin mendidih membuat akal sehatnya pun tak karuan dan tak bisa berpikir jernih. Kedua mata Zya yang merah, melotot menatap ke arah depan. Zya seperti sedang kerasukan setan. "Zya?!! Cukup Zya!! Jangan seperti ini terus menerus. Ibu takut Zya," teriak Ibu Mita yang merasa ketakutan melihat Zya yang begitu sinis dan menggila. PRANG ... BRAK ... BUGH ... PYAR ... Semu

