Adam memundurkan langkahnya dan berbalik arah saat melihat Fatih dan Dini telah bersatu. Rasanya menyesal sudah menunggu Dini yang ternyata Dini tidak mengharapkannya kembali. Penantiannya beberapa bulan ini ternyata hanyalah sebuah fatamorgana saja. Kedua tangan Adam mengepal erat dan begitu kuat. Ingin rasanya memukul suatu benda mati untuk melampiaskan amarah dan kemurkaannya. "Mas Adam ...." panggil Zya dengan suara pelan saat melihat Adam berjalan keluar dari halan setapak sekitar alun - alun. Zya hanya memastikan bahwa ia memanggil nama dan orang yang tepat dan benar sesuai yang ia lihat. Adam tersadar namnya di panggil pun menole ke arah asal suara yang tak asing itu. "Zya? Sudah selesai beli cemilannya?" tanya Adam tiba -tiba yang terlihat sedikit gugup. Zya hanya mengangguk

