210

1407 Kata

Dini dan Rayyan menunggu di kursi besi taman dekat air mancur. Fatih sedang membeli beberapa makanan camilan yang di inginkan Rayyan dan Dini serta untuk dirinya sendiri. Rayyan menunjuk ke arah air mancur. Putra semata wayangnya itu sangat senang pada air mancur. Selalu ingin menyentuh air mancur itu. "Apa Nak? Mau kesana? Nanti tunggu Om Ganteng ya? Perut Mamah sedang sakit," ucap Dini lirih sambil mengusap pelan kepala Rayyan denagn pelan dan lembut. Dini memang sangat terbantu sekali dengan kehadiran Fatih yang begitu menyayaginya dan menyayangi Rayyan. Kehadiran Fatih membuat Dini merasa berhutang budi, bukan hanya saja baik terhadap dirinya dan Rayyan, tapi semangat dan aura positifnya sellau ia salurkan untuk Dini dan Rayyan. "Lama ya? Ini takoyaki dan dimsum udangnya," ucap Fa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN