184

1008 Kata

Fatih mengulum senyum bahagia. Kedua matanya sekilas melirik ke arah Adam yang terlihat sangat bengis. Tatapannya begitu sengit saat kedua pasang mata lelaki itu saling bertemu. Tanpa di sadari Adam menunjukkan jari tengahnya kepada Fatih yang terlihat tersenyum mengejek di belakang Dini. Dini yang terus membantu Fatih berjalan dengan memegang lengan Fatih pun tak mengetahui pertemuan sengit kedua pasang mata lelaki yang saling menganggap rival satu sama lain itu. "Maafkan Mas Adam, Fatih?" ucap Dini pelan. Fatih menoleh ke arah Dini yang menatap lurus ke depan tanpa menatap lelaki yang da di sampingnya itu. "Maaf untuk apa, Ran?" tanya Fatih pelan. "Sudah memperlakukan kamu tidak baik," jawab Dini singkat tanpa basa basi. Dini benar - benar malu dan merasa bersalah atas kejadian in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN