Dini tetap fokus ke depan, mengabaikan panggilan Adam yang terdengar begitu sangat keras. Celia berjalan tepat di sisi Dini dengan raut wajah yang begitu muram karena kesal. Fatih sendiri hanya berjalan santai mengikuti dari arah belakang. Dirinya saat ini lebih tenang. Secara Dini dan Celia tidak membawa kendaraan, tentu nanti di tawari pulang bareng pun pasti akan di terima. "DINI!!" teriak Adam dari dalam. "Adam!! Sudahlah. Biarkan dia pergi. Untuk apa? Dia sudah tidak peduli!!" cetus Ibu Mita keras. "Ibu tidak perlu urus masalah Adam, jika Ibu tidak tahu apa - apa. Ibu tidak kenal Dini!! Selamanya tidak akan tahu bagaimana Dini berjuang untuk keluarganya dan hidupnya!!" tegas Adam. Adam berlari sekuat tenaga mengejar Dini yang sudah terlihat jauh dari tempat Adam berdiri. Adam me

