186

1084 Kata

"Maaf dengan berat hati. Semua alat yang terpasang pada tubuh Pak Dian ini akan kami lepaskan, karena sudah berulang kali kami melakukan yang terbaik untuk Pak Dian, namun semuanya tetap gagal. Tidak ada yang sia - sia, namun Tuhan berkehendak lain," ucap dokter itu menjelaskan dengan sangat hati - hati. Umi Ayu menyimak dengan baik. Namun, akal sehatnya seolah tak bisa berpikir dengan baik. Kedua matanya mengerjap dan menatap lekat kedua mata dokter itu. "Apa!! Aku tak salah dengar?" ucap Umi Ayu dengan rasa tidak percaya. Air matanya lolos begitu saja. Ia tersadar jika semua alat - alat yang tertempel di tubuh Aby Dian itu dilepaskan tandanya memang sudah tidak ada harapan lagi untuk sembuh dan itu tandanya ... Dokter itu hanya mengangguk pasrah. Menjelaskan hal terburuk ini adalah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN