Umi Ayu menatap tajam ke arah pintu masuk ruangan ICU itu. Suara Ibu Mita yang begitu khas seolah membuat memori Umi Ayu kembali di ingatkan kejadian tadi saat berada di aula gedung pernikahan Adam dan Zya. Hati Umi Ayu yang sedang tidak baik - baik saja pun langsung tersulut emosinya ingin berteriak sekeras - kerasnya meluapkan segala emosi dan uneg - unegnya di dalam hati. Dengan suara yang sangat keras sambil menepuk dadanya berkali - kali, Umi Ayu hanya ingin menunjukkan harga diri untuk dirinya dan untuk Dini, anak kandungnya. "Ya. Dia anakku. Dini anakku!! Anak kandungku, anak yang aku lahirkan dari rahimku sendiri. Kenapa? Kamu telah menghina anakku sebagai wanita malam!! Aku!! Aku yang salah!! Aku yang meninggalkan Dini sejak Dini di lahirkan. Saat itu aku kacau, aku bingung, ak

