Fatih yang langsung bisa melihat Dini yang berada di sudut ruangan. Memilih meja yang agak besar. Fatih hanya menatap dengan heran, makanan yang di pesan Dini sangatlah banyak bahkan terlalu berlebihan. Apa ada yang di undangnya lagi selain Zya dan aku? gumam Fatih di dalam hatinya. Dengan langkah kecil dan pelan FAtih pun menghampiri Dini ke meja pesanannya. Terlihat Zya yang terlihat semakin kurus dengan pipi tirus sedang makan denagn lahap. "Hai Rayyan?" panggil Fatih kepada Rayyan dan mencium kening anak balita itu dengan penuh kasih sayang dan menoel pipinya yang terlihat semakin gembil. Rayyan hanya menatap Fatih dengan tatapan aneh dn berbeda. Gaya berpakaian Fatih yang culup berbeda membuat Rayya tidak mengenalinya. Bahkan Rayyan hanya mentap bingung karena perlakuan itu sangat

