Hembusan napas kecewa dari Dini pun terasa sangat menyesakkan d**a Zya. Dini begitu tulus melakukan itu semua tanpa pamrih. "Kenapa harus benci aku, Kak Zya?" tanya Dini pelan kepada Zya yang masih terus terisak. Jalan hidupnya malah berbeda jauh dengan Dini yang hanya seorang wanita malam. "Ka-karena kamu memiliki banyak keberuntungan di bandingkan aku, Dini. Lihat saja, walaupun kamu seorang wanita malam, nyatanya ada lelaki tulus yang mau membelimu dengan harga mahal, dan kamu terlepas dari jeratan takdir lembah neraka dan siksaan dari paman dan bibimu. Setelah itu kamu mendapatkan harta yang sangat banyak dari suamimu, dan kamu menemukan cinta sejatimu, cintamu bersambut baik. Bahkan Mas Adam begitu mencintai kamu dan menyanjung kamu di setiap waku. Sekarang kamu sudah dengan lelak

