219

1153 Kata

Satu jam kemudian mereka pun sudah kekeyangan dengan makanan yang ada dimeja itu. Semua sudah ludes habis tak bersisa. Begitu juga dengan Rayyan yang sejak tadi sudah tertidur di dalam pangkuan Eva karena kelelahan. Dini memang sengaja tidak ingin membahas apapun pada saat makan siang karena semua itu akan mengganggu pembicaraan mereka. "Kita bicara di butik saja. Jangan di sini. Kita ke butik tidak apa - apa kan Fatih?" tanya Dini pelan kepada Fartih untuk meminta saran dan pendapat. Fatih mengangguk pelan dan tersenyum. Selama itu membuat Dini bahagia kenapa tidak? Lagi pula, Fatih belum memiliki hak apapun untuk melarang Dini untuk hal apapun. Tapi, selama ini apapun yang di lakukan Dini selalu positif dengan semua kegiatan sosialnya dan membantu banyak orang. Butik itu adalah butik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN