EXTRA PART. 8

685 Kata

"Baru bangun, Pi?" Tanya Rara dengan tatapan menggoda. Rara, Lala, dan suami-suami mereka bangkit dari duduk, untuk menyalami Banyu. "Baru mandi juga nih Si Papi," Lala menunjuk rambut Banyu yang masih basah. "Berapa ronde, Pi?" Goda suami Rara, yang memang suka bercanda. Bekas kecupan di leher ayah mertuanya membuat ia tak tahan untuk tidak ikut menggoda. "Nah, itu pertanyaan sama yang ingin Lala ucapkan juga!" Seru Lala. "Aduh, Papi jadi malu ...." Banyu tertawa pelan sambil mengusap rambutnya. "Maminya mana, Pi?" Tanya Rara. "Mami masih di kamar." "Belum bangun?" "Sudah bangun tadi, tapi tidak tahu sudah mandi atau belum." "Kok bisa kesiangan sih, Pi. Kalau kami tidak ke sini, Si Tama kelaparan ini." "Habis sholat subuh tidur lagi, Neng. Tadi subuh'kan hujan deras." "Hujan de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN