BAB 22

1501 Kata

Sekar penasaran, apa yang akan dilakukan Hanna saat datang ke rumah besar ini. la sudah mencuri dengar kemarin malam kalau kedatangan gadis itu karena ingin bertemu Mandala. Entah, perasaan apa yang menjalar di hatinya, tapi ia seakan tidak senang saat mendengarnya. Kedatangan gadis itu, entah kenapa membuatnya kesal. Mandala pun tidak kalah mengesalkan. Sudah jelas-jelas ia menyuruh pergi tapi pemuda itu masih tetap di rumah. Memetik gitar di halaman belakang dan tidak memedulikan pandangan Sekar yang melotot ke arahnya. “Lo lagi PMS, ya?” tanya Mehasa saat melihatnya melirik sebal. “Ndak tuh!” sahutnya ketus. “Kok dari tadi lo cemberut terus. Pipi lo gede, kayak lagi makan kodok.” Ejekan Mandala makin membuatnya kesal. la letakkan kopi yang sengaja dibuat untuk Mandala, dengan tenag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN