11

1131 Kata

Aira sudah kembali ke rumah. Ia merapikan barang belanjaannya yang tak seberapa itu ke rak makanan sambil otaknya berpikir keras. Ucapan ibu warung tadi benar -benar membuat Aira bingung sekaligus penasaran tingkat dewa. Apa sih maksudnya? Kalau bingung, jelas Aira bingung. Aira tidak mengingat apapun. Lagi pula, ia dan Zidan juga baru kenal. Memang sih, terkadang ada perasaan berdesir di dad4 Aira. Tapi, itu jelas hanya sebuah ilusi saja. Siang ini, Zidan ijin pergi ke Kampung sebelah. Ada kerjaan untuk memberikan ceramah pada ibu -ibu pengajian yang tergabung dalam majelis taklim. Katanya sih, Zidan bakal pulang sore hari. Tapi, kurang tahu juga. Namanya juga ustadz, setahu Aira, Abinya juga janji pulang sore, ternyata datang ke rumah malam hari. Terkadang ada sesia tanya jawab dan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN