78. Kode Keras!

2504 Kata

Alih-alih menjawab pertanyaanku, Mas Kian malah tiba-tiba pamit ke kamar mandi. Dia mengaku tiba-tiba kebelet buang air, membuatku tidak bisa berkutik menahannya. Mana mungkin aku menahan orang yang ingin buang air? Buang air adalah hajat setiap manusia yang wajib disegerakan. Karena jika tidak, bisa saja jadi bahaya di kemudian hari. Setelah Mas Kian kembali pun, tidak ada angin tidak ada hujan, Bunda tiba-tiba mengajak video call. Itu jelas men-distract obrolan sebelumnya. Akan tetapi, aku tidak bisa menyalahkan Bunda. Pasalnya, aku sendiri lupa mengabari beliau. Beliau dan Ayah pasti mengkhawatirkanku. Jadi, ya sudah. Aku mengangkatnya dan sampai detik ini video call masih berlangsung. “Aku beneran minta maaf, Yah, Bun. Karena enggak bijak banget malah ninggalin Nafi di Jakarta.” In

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN