Arjuna POV. Dia berjalan di tepian kolam, dengan rambutnya yang diterpa angin. Aku tidak mengerti manusia nakal itu bisa sebegitu menariknya. Di tempatku berdiri saat ini, aku bisa melihat sekilas kalau dia tersenyum beberapa saat padaku. Sial, gelas yang aku pegang hampir saja terjatuh karena senyumannya itu. "Dia memang cantik, Pangeran!" Ariamba menyikut perutku. "Diam kau!" kesalku. "Pangeran harus tahu, kalau Putri Alesya itu sangat suka berenang," tambah Ariamba lagi. Setelah gadis manusia itu sembuh, dia memang tidak mau diam. Dia pergi ke taman belakang rumahku. Dia juga pergi ke kolam sendirian. Aku merasa takjub pada tingkah anehnya itu. "Arjuna! Sini!" Gadis manusia itu memanggilku. "Ayo Pangeran! Dia memanggilmu. Ayo jangan malu-malu!" Dasar s****n Ariamba, kenapa juga