Bab 64 Aturan Main

1122 Kata

Tantrum pertama datang tanpa aba-aba. Bukan tangis kecil yang biasanya reda dengan gendongan, bukan rengekan lapar atau ngantuk. Ini tangis penuh—panjang, melengking, dan keras. Lara duduk di lantai ruang tengah, wajahnya memerah, tubuhnya menegang. Ia menendang mainan dengan kaki kecilnya, lalu memukul lantai dengan telapak tangan. Di sisi lain, Lino ikut tersulut. Ia berdiri goyah, mengerang keras, lalu menjatuhkan balok-balok kayu satu per satu seolah sedang menghukum dunia. Naya yang sedang menyusun tas mengajar tertegun. Leo yang baru keluar dari kamar mandi berhenti melangkah. “Leo, Sayang…” suara Naya bergetar. “Ini mereka kenapa?” Leo menghela napas pendek. “Kayaknya… tantrum.” Naya menelan ludah. “Sekarang?” Lara berteriak lebih keras saat Naya mendekat. Lino ikut menangis,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN