Pasha tidak mengindahkan permintaan Yaya untuk tidak menghubungi Rafiq, ayah Yaya. Mau bagaimanapun Yaya anak gadis orang, apalagi saudara papanya sendiri. Setelah memastikan Yaya tertidur pulas, ia memilih keluar dari kamar tamu. “Assalammualaikum, Om Rafiq,” sapa Pasha saat panggilan teleponnya telah diterima. “Waalaikumsalam, Pasha.” Suara Rafiq terdengar di telepon. “Om, saya ingin kasih tahu kalau Yaya ada di rumah saya sekarang,” ujar Pasha hati-hati. “Apa yang terjadi? Kenapa bisa Yaya ada di rumahmu?” tanya Rafiq, suaranya terdengar khawatir. “Dia … tidak sengaja saya temui di restoran bersama Elvir. Kami sempat berselisih, dan sekarang dia demam tinggi. Saya sudah panggil dokter, hanya kelelahan dan akibat kakinya yang terkilir, tapi saya pikir Om perlu tahu supaya tidak khaw