> BAB 20 <

1115 Kata

Pramuja terlihat gelisah, sikapnya akhir-akhir ini lebih banyak murung daripada tersenyum. Karna khawatir dengan kondisi kesehatannya, aku mendekat dan menanyakan tentang kondisi badannya khawatir. "Kau kenapa sayang?" tanyaku cemas. "Aku tidak apa-apa Zahra," jawabnya datar. "Jangan berbohong padaku Kak Pram, kalau ada apa-apa, katakanlah," paksaku saat melihat wajahnya semakin pucat. "Jangan perdulikan tentang kesehatanku Zahra, bagaimana dengan kondisi badanmu sendiri nyonya Cantik?" tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan. "Aku baik-baik saja Kak Pram, aku tanya sekali lagi bagaimana kondisi kesehatanmu?!" seruku mulai khawatir. Wira Pramuja terdiam, wajahnya kembali terlihat murung dan tidak bahagia seperti biasanya. "Aku ... " lirihnya, ragu-ragu. "Kak Pram, katakan saja! Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN