Pramuja menindih tubuh telanjangku dengan hati-hati. Dia takut membuat bayiku terluka karna perlakuannya. Sangat bahagia diperhatikan olehnya, seakan mau seperti ini terus tak mau waktu cepat berlalu. Sebenarnya dia sudah menolakku berkali-kali saat aku ajak hubungan badan. Tapi karna aku terus memaksanya, mau tidak mau Wira Pramuja menurutinya. Tentu saja! Aku istrinya. "Sayang, kita lakukan ini lain kali saja ya, perutmu sudah besar Cantik, aku takut melukaimu dan juga bayi kita," ucapnya khawatir. "Aku menginginkannya Kak Pram, apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?! kalau tidak suka ya sudah!! pergilah!" seruku sambil mendorong tubuhnya yang ada di atas badanku, kesal. Seketika penilaianku tentangnya tadi, buyar. Entah kenapa sejak hamil aku selalu menginginkan dirinya, terlebih di

