Ujung Jalan

641 Kata

Katia duduk bersila di dalam ruangan gelap di belakang Witches Brews. Sabrina dan Elen duduk disebelahnya membentuk segitiga mengelilingi sebuah cawan perak berisi arang yang membara. Kedua wanita itu telah diberikan kehidupan abadi olehnya sebagai imbalan atas pengabdian mereka padanya selama lebih dari 18 tahun.  Perlahan Katia menaburkan bubuk campuran dari 3 macam rempah yang berisi dupa, nilam, dan kayu cendana ke atas bara api. Bau harum langsung tercium di dalam ruangan yang sempit itu.  Katia berdiri dengan belati di tangannya menghampiri suara rintihan yang terdengar di ujung ruangan dimana Elena menancapkan taringnya ke pundak Serafina. Katia menatap wanita berambut merah yang menatapnya balik dengan wajah ketakutan. Air mata mengalir di pipinya yang merah. Katia meraih sejumpu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN